Jumat, 26 Maret 2010

Kepergian dan kepulangan, dua hal yg selalu menjadi perenungan bagiku. Bagaimana tidak? Tempatku bekerja setiap hari berhubungan dengan dua hal tersebut.

Kadang aku ingin menjadi bagian darinya, melakukan perjalanan jauh mencari sesuatu, sesuatu untuk bisa kubawa pulang. Tapi apa, apa yg ingin kubawa pulang? Bahagia, sesuatu yg bahkan hingga saat ini belum sepenuhnya kumengerti. Bahagia bagiku adalah saat dimana bisa kulihat senyum orangorang terkasihku mengembang sepanjang hari. Tapi sampai sekarang senyum yg seperti itu belum juga bisa kutemukan. Apakah aku memang harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan senyuman itu?

Mudah saja sebenarnya jika aku ingin segera beranjak pergi. Halte bus didepanku ini, saban hari tak berhenti menggodaku untuk ikut serta melaju bersama bis-bis yg datang kemari.

"ayo-ayo trenggalek tulung agung. Jogja-solo!!" begitulah teriakan para makelar bis. Aku ingin ikut, ingin sekali. Tapi aku bukan orang bebas, yg dengan gampangnya mengambil suatu tindakan.

Ah..lagi-lagi soal aturan. Manusia hidup penuh dengan aturan ya. Tapi kalaupun aku memaksa pergi, akan ada banyak kesusahan yg mengikutiku.

Ya sudahlah apa kata nanti, kuikuti saja tangan takdir yg masih menggiringku ini. Sudah maghrib, aku harus setoran dosa kepada pemilikku, hehe.

Selamat sore.

Rabu, 24 Maret 2010

Sedang sendirian. Tadi teman kantorku yg lagi libur datang, mengambil titipan boneka dan sepatunya. Senang sekaligus sedih melihat temanku itu. 2 bulan lagi insyaalloh dia nikah. Senang karena akhirnya dia akan segera mendapatkan jodohnya, sedih karna dia juga akan meninggalkan kami semua, rekan kerjanya termasuk aku. Calon suaminya berencana memboyong temanku ke kalimantan, ketempat kerjanya.

Lalu lagilagi pertanyaan luarbiasa mengganggu itu muncul lagi, aku kapan ya? Haha, berkalikali juga aku menepis pertanyaan konyol itu. Aku masih 21 tahun kan, masih banyak waktu yg kupunya untuk berusaha. Biarkan saja cemas itu dibawa angin kesegala arah. Aku bahagia, masih bahagia dengan status lajangku, hehe.

Aku masih punya keluarga metalku, juga...CR,, dengan mereka saja cintaku sudah penuh, bagaimana bisa aku menyisakan ruang lagi?! Mungkin bisa, saat itu adalah saat dimana CR benarbenar berlalu dari kehidupanku. Kapan?! Entah, entah bisa lenyap atau tidak sebab meski setiap bulan selama 2 minggu aku pasti tidak bisa menghubunginya aku tetap bertahan dengan perasaan ini. Dia pelengkap bahagiaku, dia pelarianku saat aku kehilangan kehangatan dikeluargaku. Dia...CR, masih malaikatku, meski aku tahu dibalik jubah sayapnya dia menyimpan tanduk iblis. Dia mengincar sesuatu dariku, aku tahu. Tapi begitulah, hubunganku dengannya hampir seperti berjudi, aku dan dia samasama bertaruh. Dan selama ini akulah yang memenangkan pertaruhan. Entah sampai kapan aku bisa menekan egonya itu, ego untuk menguasaiku. CR sayangku, jika saja hubungan kita tidak serumit ini. Tahukah bahwa dibalik genggaman jemari kita terdapat sekat yg tak pernah kita sadari keberadaannya. Kita terpisahkah oleh jurang tak kasat mata. Kedekatan kita yang begitu jauh, bagaimanapun rasa ini ada untukmu.

Karena itulah, kita nikmati saja seadanya hubungan kita. CR, aku menunggu kepulanganmu, menunggu usapan jemarimu tuk membendung air mataku. Aku sedang superduper pusing, aku butuh kau tuk kusandari.

Sudah, begitu saja ya. Sudah terungkap kangenku, sudah datang temanku, sekarang saatnya aku tidur. Bermimpi disiang hari tentang CRku. Selamat siang.

Hari berat?!

Hum...hai, apa aku harus menanyakan kabarmu? Yang jelas saat ini aku sedang baik, meski tak begitu baik.
Oia, ada kabar sedih, besok teman sekantorku dipindah. Lumayan jauh, diluar kota. Huh, menulis di keypad henpun ternyata uji kesabaran tersendiri ya, pegeeeel.
Ya..sudahlah banyak yang ingin kuutarakan memang, jadi biarkan saja jariku sedikit membengkak dan senut-senut.
Untuk besok ini pasti akan menjadi hari super berat untukku. Betapa tidak, aku ditinggalkan momonganku. Momonganku yg terbaik, karena dia tidak pernah rewel ataupun bawel kepadaku. Apa aku siap ditinggalkan sendirian dg tanggung jawab ini? Entahlah, lihat saja nanti,, kebiasaanku mangkir pasti akan mempersulitku nanti.
Parahnya malam ini aku justru ditinggal sendirian, temanku tersayang ini pulang kerumahnya.

Senin, 22 Maret 2010

hanya ingin menulis saja. Humh... aku tambah genduuuuuuuuuttt,, haha.. iya kata orang-orang begitu, kataku juga. Soalnya aku merasa juga kalau perutku tambah buncit. Sampai ada yang menyuruhku diet segala, ow ow perhatiannyaaaaa hihihi.

Kok tiba-tiba aku curhat terang-terangan begini?? ya sudahlah, biar kau tahu juga kan bagaimana perasaanku sebagai yang terlupakan, hehe. Tapi aku hepi dengan keadaanku yang sekarang. Tak dilihat, dan tak didengar, kadang memang menyakitkan. Tapi ternyata aku sudah terbiasa dengan hal ini, aku diacuhkan dan mengacuhkan.

Tentang kegendutanku, biarkan saja, biar semakin lebar semakin besar semakin tak terkendali. Kemarahanku ini kalau diukur dengan berat badanku masih belum seberapa. Masih juaaaaaauuuuhhh lebih besar perasaan dongkolku sebagai yang terlupakan. Dulu dan sekarang sama saja sih. Coba ada yang mau mendengar?! Ah ya, aku lupa bukankah sekarang ada kamu,,, hehe. Dan juga my CR dan juga malaikat daaaannnn Tuhanku....

Mbak ponakan juga kemarin tunangan, harusnya masuk catatan tgl kemarin ya, tapi kemarin benar-benar tidak berpikir kesana. Aku hanya meng-upload di facebookku saja. Jadi sekarang sekalian bayar hutang woro-woro tunangannya simbak ponakanku yang tomboy habis-habisan itu.

Sebenarnya aku iri juga sih, minder, haduh...kalau sudah begini susaaaaah. Maunya aku sembunyi dibawah tumpukan bantal tidak usah bertemu orang-orang. Jelek sekali ya sifatku ini. Yah sebenarnya aku kan memang tukang minder, hanya selama ini selalu kututupi dengan sikap cuekku. Padahal kalau ada orang komentar sedikit saja tentangku, terutama body bomberku ini, wuihhh rasanya aku mau nangis saat itu juga, sekeras-kerasnya didepan orang yang mengataiku itu.

Kapan ya....kapan aku mau kemananya??? halah bingung,, pokoknya ada atau tidak aku juga harus berusaha mencarinya toh, mencari sang pendamping hidupku itu. Semoga cepat dipertemukan, biar my CR juga tidak kerepotan tiap hari mendengar pengaduhan dariku.

hari ini cukup sekian ya, mas yang punya net dah mau tutup,, mumpung belum diusir, hihihi selamat malam...

Rabu, 17 Maret 2010

17 Maret so tired


capeeeeeeeeeeeeekkkk,,
ingin menangis sesenggukan, sampai keluar ingus, sampai tergugu, sampai teratur suara isakanku. Tapi lagi-lagi perasaan lain bicara, bertitah jangan seperti anak kecil. Bukan saatnya lagi hanya membenamkan kepala dibalik tumpukan bantal, serta mengusapkan ingus pada kerah baju. Ya, memang ada yang lebih penting lagi yang harus aku lakukan. Tapi kejadian sehari tadi, membuatku benar-benar ingin tenggelam dalam simphoni tangisanku.

huaaaa ahuuhuhuhuhuhuhu. Benar-benar tidak sanggup lagi, tapi kemana airmata mengalir? hei dia pergi, atau dia tidak sudi lagi bergulir membentuk aliran sungai dipipiku?? kenapa? aku butuh lampiasan,, tega sekali?! baiklah aku memang tidak pernah lagi menangis, atau jarang menangis, itu karena sebab yang tak ingin kubuat-buat tapi memang menjadi sebab paling mujarab. Aku letih sekali, karena itu aku enggan menangis lagi.

Tuhan melihatku menangis, maka selalu Dia usap airmataku, dengan hadiah-hadiah mimpi yang kuingini. Tapi aku malu, aku malu selalu lemah dihadapanNya, aku ingin kuat, tapi...tapi...Tidakkah Engkau cukupkan kesabaranku Tuhan?? Ya Illah....

Bukan beban yang sedang kurasakan, ini hanya ujian, tidak benar-benar beban. Jika dibandingkan saudaraku yang jauh berjuang dikegelapan, dipeperangan, aku tidak sedang menanggung beban. Tapi aku memang terlalu lemah Tuhan, terlalu gampang menyerah, pada nasib, pada keadaan, pada keputusan.

Kapan aku benar-benar akan menemukan kekuatan itu? Ada, katamu tapi dimana? disana didegup jantung paling dalam, tersembunyi lirih wirid-wirid lemah disepertiga malam.
Lalu kapan aku bisa menangkupkan tangan dan membasuhnya biar aku diam, biar aku terpuaskan?? setiap waktu kau terjaga dan dengan sadar melantunkan doa.

semoga...semoga letihku tersudahkan, membasuhnya dengan airmata, aku akan tergugu. LAgi tergugu, biar airmataku menjadi sumber bening yang menghanyutkan seluruh penatku.
Jika memang uji bisa menyadarkan betapa aku tak Pernah Kau tinggalkan Tuhan...maka ijinkan kuhayati lagi, letih yang menjulur dikening, dimata, dan hatiku.

Minggu, 14 Maret 2010

SEPENGGAL MALAM

sepenggal malam kugarang.
ah puisi, aku bungkam malam ini.
biarlah kata kata berhamburan.
sedang tak ingin bernegosiasi.
mendengarkan yang tak mungkin didengar.
bising di balik tirai langit.
daripada harus kudengar kata-kata.
yang berujar, yang katanya punya batasan.
bukankah yang akan kubangun ini sebuah
benteng, bukan kalap yang terbentang,
tapi tetap saja kata-kata larangan yang keluar.
aku benci kata-kata.
seisi rangkuman takkan bisa sembuhkan relaku.
rela sebuah laku, demi yang katanya bakti.
tapi harus kusimpan angan-angan.
laku apa itu?
ah, kata-katamu hanya senapan larangan.
melukaiku, mematikanku.
aku benci kata-katamu, dan apa semua itu.
kau bicara tentang saru.
sementara tanganmu tak henti melumat gincu.
kalau begitu aku saja yang memapah malam.
bercumbu waktu hingga rebah diranjang.
dan kau tak perlu lagi mengataiku saru.
tak, tidak, bukan lagi sebatas kata-kata.
diammu diamku sama saja.
aku benci kata-kata.

Jumat, 05 Maret 2010

dear my CR

hari ini, merasakan rindu untuk seorang berdarah abu-abu, haha...
resah, rindu benar-benar rindu. apa memang hanya ini yang bisa dikerjakan bocah desa sepertiku, tak habis-habisnya menyulam mimpi buram begini?
sudah malam, tapi mimpi entah lari kemana, dan lagi-lagi aku cuma bisa bicarakan disini. sayangku sayangku sayangku
betapa banyak harap kularung disela isak tangisku, aku rindu.